Jual Hewan qurban

Bismillah Tahun ini Qurban

sheep, meadow, white-5352474.jpg

Menurut Direktorat Gizi Departmen Kesehatan RI, daging domba memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada daging kambing

Dalam setiap 100 gram daging domba terdapat 206 kalori, 17,1 gram protein, dan 14,8 gram lemak. Adapula 10 mg kalsium, 191 mg fosfor, 2,6 mg zat besi, 0,15 mg vitamin B1, serta 66,3 gram air.

Daging domba lebih kaya protein, fosfor, zat besi, dan vitamin B1 dari pada daging kambing. Walau lebih tinggi kalori dan lemak, daging domba (tanpa lemak) bisa jadi sumber protein bagi mereka yang menjalankan diet rendah lemak.

Jika semua bagian lemak yang tampak pada daging domba dibuang, rata-rata lemak yang tersisa adalah 3,7% dalam keadaan mentah dan 6% jika sudah dimasak.

“Di tambah isi daging lebih banyak ( tulang lebih kecil). stektur dagingnyapun lebih empuk dan baunya tdk menyegat, sehingga menjadi incaran para pedagang bidang kuliner seperti aqiqah, resto, tukang sate”

Sempurnakan Ibadah Anda

mosque, sunrise, architecture-1603765.jpg

Optimalkan Manfaat Qurban

Percayakan hewan kurban Anda kepada kami yang sudah berpengalaman

Hewan Qurban Terbaik Untuk Ibadah Terbaik

Kami Menyediakan hewan qurban untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi,

Jaminan Garansi hewan qurban kami
sheep, meadow, animals-1642874.jpg

hadits dari Abu Hurairah, ia berkata,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli hashoh (hasil lemparan kerikil, itulah yang dibeli) dan melarang dari jual beli ghoror (mengandung unsur ketidak jelasan)” (HR. Muslim no. 1513).

Gharar berasal dari bahasa Arab yang berarti: risiko, tipuan, dan menjatuhkan diri atau harta ke jurang kebinasaan.

Menurut istilah para ahli fikih, gharar berarti: jual beli yang tidak jelas kesudahannya. Sebagian ulama mendefinisikannya dengan: jual beli yang konsekuensinya tidak jelas.

Misalnya:

Membeli hewan qurban saat di tanyakan berapa beratnya, penjual hanya mengira ngira saja ..
“yaa sekitar 20 kg” atw “23 sampai 40 kg” ( istilahnya  jogrog)

bukan di timbang memakai alat ukur, jadi tidaklah pas ukuran beratnya

Akad di atas mengandung unsur spekulasi dan merugikan pembeli tentunya terlebih lagi jika untuk ibadah.

AL aqiqah sejak lama tetap pada prinsip sayriat ya itu menjual berdasarkan alat ukur yang jelas, sehingga ta merugikan pembeli dan mampu meng optimalkan ibadah qurban